Referensi di CV: Perlu Ditulis atau Tidak, Siapa yang Dipilih, dan Apa Bedanya dengan Paklaring
Referensi di CV umumnya tidak wajib. Kapan perlu ditulis, siapa yang dipilih, bedanya dengan paklaring, cara meminta izin, dan contoh daftar referensi.
Referensi di CV pada umumnya tidak wajib. Tulis nama dan kontak hanya jika lowongan atau formulir memintanya, dan siapkan daftar terpisah untuk dikirim saat diminta. Cara ini melindungi nomor orang lain, dan Anda tahu siapa yang akan dihubungi. Dealls juga mencatat bahwa referensi belum terlalu populer di Indonesia, walaupun catatan itu tanpa data. Yang pasti: selalu minta izin dulu. Semua contoh di sini fiktif.
Referensi, paklaring, dan surat rekomendasi
Ketiga hal ini sering tertukar, padahal fungsinya berbeda.
- Referensi: orang yang bisa dihubungi untuk bercerita tentang kerja Anda.
- Paklaring atau surat keterangan kerja: dokumen dari perusahaan yang menyatakan jabatan dan masa kerja. Biasanya diminta saat proses rekrutmen akhir atau administrasi.
- Surat rekomendasi: surat dari atasan atau dosen yang menilai kemampuan Anda. Sering diminta untuk beasiswa dan kuliah di luar negeri.
Minta paklaring sebelum keluar dari perusahaan, dan pastikan jabatan serta tanggalnya sama dengan yang tertulis di CV.
Kapan nama referensi ditulis di CV
- Lowongan atau formulir jelas memintanya. Ikuti jumlah yang diminta.
- Instansi pemerintah atau BUMN dengan format sendiri.
- Fresh graduate, jika dosen pembimbing atau atasan magang dapat menguatkan profil Anda.
- CV akademik, untuk pembimbing dan kolaborator.
- Pekerja lepas, ketika klien bisa membuktikan pekerjaan yang tidak tercatat di perusahaan.
Perlukah menulis "Referensi tersedia jika diminta"?
Pendapatnya berbeda. Sebagian panduan menyarankannya untuk menghemat tempat, sementara panduan lain menganggapnya tidak perlu. Menurut kami, kalimat itu tidak merugikan, tetapi manfaatnya juga kecil. Jika ruang terbatas, hapus kalimat ini lebih dulu.
Siapkan daftar terpisah
Buat sekarang dengan gaya yang sama dengan CV Anda, dan tulis nama Anda di bagian atas. Permintaan sering datang mendadak.
Referensi untuk Dimas Pratama. Sari Wulandari, Manajer Keuangan, PT Pangan Jaya, atasan langsung 2021 sampai 2024, [email protected], 0812 0000 0000. Budi Santoso, Pimpinan Proyek, PT Sistem Nusantara, bekerja sama pada proyek penagihan 2023, [email protected].
- Nama lengkap dan jabatan saat ini.
- Perusahaan atau instansi.
- Hubungan dengan Anda dan periodenya.
- Email dan nomor telepon yang sudah diizinkan.
Biasanya satu sampai tiga orang sudah cukup. Jangan menambahkan kalimat pujian, karena itu tugas referensi saat dihubungi.
Siapa yang dipilih
- Atasan yang belum lama ini melihat pekerjaan Anda secara langsung.
- Rekan senior atau pimpinan proyek, jika atasan Anda sudah pindah.
- Klien, untuk pekerja lepas.
- Fresh graduate: dosen pembimbing skripsi, atasan magang, atau pembina organisasi.
Hindari keluarga dan teman. Di Indonesia, sering muncul godaan mencantumkan "orang dalam" atau kenalan berjabatan tinggi. Jika orang itu tidak benar-benar mengenal pekerjaan Anda, namanya tidak banyak menolong, dan bisa membuat HRD ragu.
Atasan Anda yang sekarang
Anda tidak perlu mencantumkannya sejak awal, apalagi jika ia belum tahu Anda sedang mencari kerja. Tulis di daftar: "Perusahaan saat ini: harap dihubungi setelah ada penawaran kerja." Jika HRD mendesak, tawarkan mantan atasan atau rekan yang tepercaya. Sebagian besar perekrut memahami hal ini.
Jika keluar dengan kurang baik
Anda tidak wajib menunjuk orang yang bisa merugikan Anda. Pilih atasan lain di perusahaan yang sama, atau minta HR mengonfirmasi jabatan dan masa kerja. Jika ditanya mengapa atasan langsung tidak dicantumkan, jawab dengan tenang tanpa menyalahkan siapa pun. Beberapa perusahaan memang hanya memberikan data dasar, dan itu wajar.
Persiapkan referensi Anda
- Tanyakan terus terang: "Apakah Bapak atau Ibu bersedia menjadi referensi saya?"
- Periksa apakah nomor dan emailnya masih aktif.
- Kirim lowongan dan CV terbaru Anda.
- Ingatkan dua atau tiga pekerjaan yang pernah dikerjakan bersama, beserta waktunya.
- Kabari kapan kira-kira akan dihubungi, lalu ucapkan terima kasih.
Banyak panduan menyuruh meminta izin, tetapi tidak memberi contoh. Pesan singkat seperti ini sudah cukup:
Selamat siang, Bu Sari. Saya sedang melamar posisi staf keuangan di PT Maju Bersama. Apakah Ibu berkenan menjadi referensi saya? Bila berkenan, saya kirimkan lowongan dan CV terbaru saya. Terima kasih.
Jika jawabannya ragu-ragu, jangan memaksa, dan cari orang lain. Referensi yang setengah hati bisa merugikan Anda.
Sebelum dan sesudah
Sebelum: Referensi: Pak Joko 0812 0000 0001, Bu Rina 0812 0000 0002.
Sesudah: Tidak ada nama di CV. Daftar terpisah berisi jabatan, hubungan, dan kontak yang diizinkan, dikirim hanya jika diminta.
Versi pertama membuka nomor pribadi dan tidak menjelaskan siapa mereka. Versi kedua menghemat satu baris, yang bisa dipakai untuk sertifikat yang relevan atau menjaga panjang CV. Hobi tetap berada di urutan terakhir.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mencantumkan orang tanpa izin.
- Memberikan nomor lama yang sudah tidak aktif.
- Memakai referensi yang sama untuk pekerjaan yang sangat berbeda.
- Menyuruh teman berpura-pura menjadi atasan. Satu telepon bisa membongkarnya dan membatalkan tawaran.
Analisis CV Anda dengan CV Analyz: dapatkan skor dari 100 dan daftar jelas masalah yang perlu diperbaiki lebih dulu, termasuk masalah pembacaan dan bukti yang kurang.
Cek CV Anda secara gratisPertanyaan yang sering diajukan
Apakah referensi wajib di CV?
Tidak, kecuali lowongan memintanya. Siapkan daftar terpisah untuk diberikan saat diminta.
Siapa referensi terbaik untuk fresh graduate?
Dosen pembimbing, atasan magang, atau pembina organisasi yang mengenal kinerja Anda.
Perlukah izin sebelum mencantumkan referensi?
Ya, selalu. Beri tahu posisi yang dilamar agar mereka siap saat dihubungi.
Apa bedanya referensi dan paklaring?
Referensi adalah orang yang bisa dihubungi. Paklaring adalah dokumen dari perusahaan yang menyatakan jabatan dan masa kerja.