Sertifikasi dan Kursus di CV: Apa yang Ditulis, Di Mana, dan Bagaimana Formatnya

Oleh tim CV Analyz, dengan bantuan AIDitinjau oleh Ahmad SakkaDiperbarui 4 menit baca

Cara menulis sertifikat di CV: BNSP, Brevet, STR, webinar, kursus online, masa berlaku, letaknya di CV, dan yang sebaiknya dihapus, dengan contoh fiktif.

Tulis sertifikat yang diminta lowongan atau yang membuktikan sesuatu yang berguna untuk posisi itu, lengkap dengan nama, lembaga, dan tahun. Bagian ini biasanya berada setelah pendidikan, dan syarat utama juga bisa disebut di ringkasan. Di Indonesia, banyak CV memuat puluhan e-sertifikat webinar. Daftar seperti itu justru menenggelamkan sertifikat yang penting. Semua contoh di sini fiktif.

Soal e-sertifikat webinar

Webinar gratis dengan e-sertifikat kehadiran sangat mudah didapat, sehingga jumlahnya tidak banyak membuktikan kemampuan. Fresh graduate boleh memakai satu atau dua yang relevan bila pengalaman masih sedikit, tetapi lebih baik menulis apa yang dipelajari. Lebih kuat lagi jika ada proyek nyata.

Tiga jenis yang berbeda

Izin dan lisensi

STR untuk tenaga kesehatan, SIO untuk operator alat berat, atau SIM untuk pengemudi bisa menjadi syarat kerja. Tuliskan masa berlakunya dan periksa ketentuan terbaru pada lembaga terkait.

Sertifikat kompetensi dan profesi

Sertifikat BNSP, Brevet Pajak, K3, CA, CPA, atau PMP. Tuliskan nama lengkap, dan sebut lembaga sertifikasinya. Jangan hanya menulis "Sertifikat K3" jika jenisnya spesifik.

Kursus dan bootcamp

Kursus Coursera, Dicoding, atau bootcamp berguna bagi mahasiswa dan mereka yang pindah karier. Pilih yang relevan, lalu tulis proyek yang Anda selesaikan.

Uji setiap baris

  1. Apakah lowongan memintanya, atau aturan mewajibkannya?
  2. Apakah orang di bidang ini mengenalnya?
  3. Apakah ada ujian atau proyek nyata?
  4. Apakah menutup kekurangan pada lamaran ini?

Jika semua jawaban tidak, hapus. SIO forklift penting untuk gudang, tetapi tidak banyak membantu lamaran pemasaran. Untuk CPNS atau BUMN, ikuti daftar dokumen dalam pengumuman resmi.

Format penulisan

  • Brevet Pajak A dan B, [nama lembaga], 2023
  • Sertifikat Kompetensi Manajemen SDM, LSP [nama], BNSP, 2024, berlaku sampai 2027
  • Google Data Analytics Professional Certificate, Coursera, 2025. Proyek: analisis data sepeda dengan SQL dan R
  • TOEFL ITP 550, 2025

Tes bahasa boleh ditulis di sini atau di bagian bahasa, cukup salah satu. Tautan verifikasi boleh ditambahkan jika tidak memperlihatkan data pribadi.

Letaknya di CV

  • Biasanya setelah pendidikan, dengan judul "Sertifikasi" atau "Pelatihan".
  • Lebih atas jika menentukan, seperti di bidang teknik atau kesehatan.
  • Di ringkasan bila menjadi syarat: "Perawat dengan STR aktif".
  • Di baris nama hanya jika lazim di bidangnya, misalnya "Budi Santoso, PMP".

Pelatihan internal perusahaan

Banyak perusahaan memberi pelatihan K3, kebijakan internal, atau aplikasi milik sendiri. Sebagian besar kurang penting bagi perusahaan lain, kecuali memberi keahlian yang diminta lowongan. Jika begitu, tulis apa yang bisa Anda kerjakan setelahnya: "Pelatihan SAP, dipakai setiap hari untuk memantau pesanan". Sertifikat kehadiran hanya membuktikan Anda hadir, bukan menguasai materinya.

Berapa baris yang cukup?

Tidak ada jumlah pasti. Sebagai patokan kami, tiga sampai enam baris yang relevan biasanya cukup, dan bisa lebih untuk bidang TI. Jika terlalu panjang, pisahkan sertifikasi dari kursus, lalu hapus yang paling lama. Siapkan juga jawaban wawancara: apa yang Anda pelajari, dan kapan terakhir kali memakainya? Kalau tidak ada jawaban, hapus barisnya. Jangan pula menyebut diri "certified expert" hanya karena menyelesaikan kursus tiga hari.

Jika lowongan meminta sertifikat yang belum Anda punya

Jangan menuliskannya seolah sudah dimiliki. Cek dulu sifatnya. Jika merupakan izin yang diwajibkan, seperti STR atau SIO untuk pekerjaan tertentu, tanyakan apakah Anda boleh bekerja tanpa dokumen itu. Jika sekadar "nilai tambah", tetap boleh melamar dan tunjukkan pengalaman yang setara di bagian pekerjaan. Jika Anda sudah mendaftar ujian, tulis statusnya beserta bulan ujiannya. Rekruter bisa meminta salinan dokumen kapan saja, jadi pastikan setiap baris dapat dibuktikan. Untuk portal lamaran, unggah hanya sertifikat yang diminta, jangan semua e-sertifikat dari masa kuliah.

Sedang berjalan, kedaluwarsa, atau tidak selesai

  • Sedang berjalan: "PMP, dalam persiapan, ujian Maret 2027", hanya jika benar.
  • Kedaluwarsa: hapus, atau tulis "dalam perpanjangan" jika benar.
  • Tidak lulus atau berhenti: tidak perlu ditulis.
  • Kursus tanpa ujian: jangan disebut sertifikasi.

Sebelum dan sesudah

Staf administrasi fiktif melamar sebagai analis data:

Sebelum: Webinar Manajemen Waktu. Kepemimpinan. Excel Dasar. Komunikasi. P3K. Pemasaran Digital. Python. Gathering Tim.
Sesudah: Google Data Analytics, Coursera, 2025, proyek dengan SQL dan R. Python for Everybody, University of Michigan melalui Coursera, 2024.

Enam baris hilang, dan dua yang penting kini terlihat. Lihat pencapaian di CV untuk menuliskan hasilnya dan keahlian di CV untuk alat tanpa sertifikat.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menyajikan pelatihan sehari seperti gelar.
  • Memakai singkatan yang tidak dikenal tanpa penjelasan.
  • Memberi tempat lebih besar untuk kursus daripada pengalaman.
  • Menulis sertifikat yang belum didapat, karena bisa diperiksa.
  • Mengulang hal yang sama di dua bagian.

Bagian yang baik bisa dibaca dalam hitungan detik. Periksa untuk setiap lowongan, dan sisakan yang membantu lamaran itu saja.

Perbaiki CV Anda dengan CV Analyz: tugas menjadi hasil yang jelas, sesuai pekerjaan dan negara tujuan, hanya dari data yang Anda berikan.

Perbaiki CV Anda sekarang

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah sertifikat webinar perlu dicantumkan di CV?

Umumnya tidak, kecuali relevan dan Anda masih fresh graduate. Pilih yang menunjukkan kemampuan nyata.

Apa itu sertifikasi BNSP?

Sertifikat kompetensi kerja yang diterbitkan melalui lembaga sertifikasi profesi berlisensi BNSP. Periksa keabsahannya di lembaga terkait.

Perlukah menulis masa berlaku sertifikat?

Ya, untuk sertifikat atau lisensi yang memilikinya, agar HRD tahu statusnya.

Bolehkah menulis kursus yang belum selesai?

Boleh jika benar sedang berjalan dan ditandai jelas, dengan perkiraan waktu selesai.

Lanjutkan dari sini

Artikel terkait