CV Sales: Target, Omzet, dan CRM dengan Contoh Lengkap

Oleh tim CV Analyz, dengan bantuan AIDitinjau oleh Ahmad SakkaDiperbarui 4 menit baca

Cara menulis CV sales: mulai dari pencapaian target dan omzet, lalu pelanggan, nilai penjualan, dan CRM, dengan contoh sebelum dan sesudah serta CV lengkap.

CV sales yang kuat dimulai dengan angka. Perekrut mencari dulu pencapaian target, omzet, pelanggan baru, dan nilai penjualan. “Mencapai 128% dari target Rp 5 miliar” jauh lebih kuat daripada “bertanggung jawab atas penjualan”. Katakan apa yang dijual, kepada siapa, dan bagaimana, lalu tambahkan CRM serta alat Anda. Letakkan angka terbaik di baris pertama, karena perekrut mungkin tidak membaca lebih jauh. Maksimal dua halaman. Berikut isi CV, cara memperbaiki kalimat lemah, dan contoh lengkap.

Jawab empat pertanyaan

  • Kepada siapa? B2B atau B2C, sektor, ukuran perusahaan, pengambil keputusan.
  • Apa? Produk, harga, pelanggan baru atau lama.
  • Bagaimana? Canvassing, telesales, key account, media sosial, atau permintaan masuk.
  • Berapa? Pencapaian target, omzet, kontrak, peringkat tim.

Buka dengan angka terbaik

Sebelum: Profesional penjualan berorientasi hasil dengan komunikasi yang baik.
Sesudah: Sales executive perangkat lunak B2B berpengalaman 6 tahun, mencapai 128% dari target Rp 5 miliar pada 2025 dan menutup kontrak hingga Rp 700 juta.

Metrik menurut posisi

Gunakan yang sesuai dengan peran Anda, dan berikan target atau pembanding agar angkanya bermakna. Baca panduan pencapaian.

  • Toko dan telesales: penjualan, konversi, nilai rata-rata, peringkat.
  • Canvasser: wilayah, toko atau outlet, kunjungan per hari, pelanggan baru, omzet.
  • Sales online: Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, konversi, ulasan.
  • Key account: jumlah akun, omzet, perpanjangan, penjualan silang.
  • Manajer: tim, target total, perekrutan, pasar.

Sebelum dan sesudah

Angka ini hanya contoh. Tulis hanya yang dapat Anda konfirmasi saat wawancara dan yang diizinkan kontrak.

Sebelum: Bertanggung jawab atas penjualan di Jawa Timur.
Sesudah: Mengembangkan 40 pelanggan di Jawa Timur, omzet naik dari Rp 8 miliar menjadi Rp 11 miliar dalam 2 tahun, peringkat 2 dari 14 sales.
Sebelum: Mencapai target setiap bulan.
Sesudah: Mencapai 118% target selama 8 kuartal berturut-turut di telekomunikasi, dengan rata-rata omzet Rp 350 juta per bulan.
Sebelum: Menangani kunjungan toko.
Sesudah: Mengunjungi sekitar 25 toko per hari di Bekasi, menambah 60 toko baru dalam setahun, dan mencapai 110% target omzet.
Sebelum: Mengatur janji untuk tim penjualan.
Sesudah: Menjadwalkan sekitar 25 pertemuan berkualitas per bulan melalui LinkedIn dan telepon, menghasilkan pipeline Rp 2 miliar pada tahun pertama.

Alat dan keterampilan

  • CRM: Salesforce, HubSpot, Zoho, Odoo, Qontak.
  • Alat: LinkedIn Sales Navigator, WhatsApp Business, media sosial.
  • Metode: SPIN, MEDDIC, jika benar-benar dipakai.
  • Keterampilan: mencari prospek, negosiasi, closing, peramalan, presentasi.
  • SIM dan kendaraan, yang sering diminta untuk canvasser.

Sebut CRM Anda dan pakai kata dari lowongan, karena sistem rekrutmen mencarinya. Sesuaikan jabatan jika tetap benar. Lowongan canvasser biasanya menyebut target kunjungan, prospek, dan omzet, jadi tulis ketiganya bila ada.

Mulai di bidang penjualan

Ritel, perhotelan, dan customer service memberikan bukti yang dapat dipindahkan: penjualan tambahan, target, dan menangani keberatan. Lulusan baru dapat memakai kerja paruh waktu, berjualan online, mencari sponsor, atau organisasi kampus. Posisi telesales atau sales promotor sering menjadi langkah pertama. Baca panduan CV profesional kami.

Jujurlah soal angka

Angka penjualan adalah hal pertama yang diuji saat wawancara, dan beberapa perusahaan meminta bukti seperti slip komisi. Jangan membulatkan 96% menjadi 100%, dan jangan mengklaim omzet tim sebagai milik sendiri. Jika target tidak tercapai, pilih periode yang dapat dipertahankan dan siapkan penjelasannya. Jika kontrak melarang pembagian data, gunakan persentase.

Contoh singkat dan lengkap

Orang dan angkanya fiktif, tetapi formatnya bisa digunakan.

Bayu Nugroho | Sales Executive, Perangkat Lunak B2B | Jakarta | Telepon | Email | LinkedIn
Profil: 6 tahun menjual perangkat lunak ke perusahaan menengah. 128% dari target Rp 5 miliar pada 2025. Salesforce dan SPIN.
Pengalaman: Sales Executive, PT Awan Digital, 2022 – sekarang. 128% target pada 2025, peringkat 1 dari 9. Kontrak hingga Rp 700 juta, siklus rata-rata 75 hari. Sales Development, PT Software Utara, 2019 – 2022. Sekitar 25 pertemuan per bulan, pipeline Rp 2 miliar.
Pendidikan: S1 Manajemen, 2019. Alat: Salesforce, Sales Navigator. SIM A. Bahasa Inggris: baik.

Bersiap untuk wawancara

Bersiaplah untuk simulasi penjualan singkat. Siapkan kisah penjualan nyata: situasi, keberatan, tindakan Anda, dan hasilnya. Tanyakan juga target, skema komisi, dan rata-rata pencapaian tim. Pertanyaan ini menunjukkan pemahaman Anda dan melindungi Anda dari target yang tidak realistis saat menerima pekerjaan. Untuk canvasser, tanyakan pula wilayah, kendaraan, dan uang bensin, karena hal ini memengaruhi penghasilan bersih Anda setiap bulan.

Kesalahan umum

  • Menulis aktivitas alih-alih hasil.
  • Menulis “melampaui target” tanpa angka.
  • Tidak menyebut sektor atau produk.
  • Mengklaim hasil tim sebagai milik sendiri.
  • Lupa menyebut CRM.

Angka yang dicari pembaca

Pembaca melihat pencapaian target, omzet, jumlah pelanggan, dan wilayah. Contoh: «Menangani 60 akun korporat di Jawa Timur dan mencapai 114% target 2024.» Jika nilainya rahasia, gunakan persentase.

Sebutkan juga sektor pelanggan dan jenis produk.

Kesimpulan

Angka terbaik ada di atas, setiap jabatan punya setidaknya satu hasil, dan Anda dapat mempertahankan setiap angka. CV adalah penawaran penjualan Anda sendiri, jadi hapus yang tidak membantu mendapatkan wawancara.

Tingkatkan CV sales dengan CV Analyz: tugas Anda diubah menjadi hasil yang jelas untuk pekerjaan dan negara tujuan, hanya dengan data yang Anda berikan.

Perbaiki CV Anda sekarang

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang paling penting?

Pencapaian target dan omzet, dengan sektor, produk, dan peran Anda.

Bagaimana jika target tidak tercapai?

Pilih periode yang dapat dipertahankan, dan jangan pernah mengubah angka.

Bolehkah menulis angka perusahaan?

Periksa kontrak Anda. Jika ragu, gunakan persentase atau rentang.

Berapa halaman?

Satu di awal karier dan hingga dua dengan pengalaman.

Lanjutkan dari sini

Artikel terkait