Bagian Proyek di CV: Cara Menulis Proyek Pribadi, Kuliah, dan Freelance
Bagian proyek bisa menjadi bukti kemampuan terkuat, terutama untuk fresh graduate, programmer, dan desainer. Proyek apa yang layak masuk CV, format penulisannya, dan contohnya.
Bagian proyek menunjukkan apa yang bisa Anda kerjakan, bukan hanya apa yang pernah Anda pelajari. Untuk fresh graduate, lulusan bootcamp, programmer, desainer, dan analis data, bagian ini sering menjadi yang paling meyakinkan.
Proyek yang layak masuk CV
- Relevan dengan posisi yang dilamar.
- Memiliki hasil yang bisa dijelaskan: pengguna, data, keputusan, atau penghargaan.
- Bisa dilihat: tautan GitHub, demo, portofolio, atau publikasi.
- Proyek kuliah, tugas akhir, lomba, freelance, atau proyek pribadi.
Format penulisan
Nama proyek — peran — periode — teknologi atau metode — hasil — tautan.
Contoh
- “Aplikasi Antrean Klinik (tugas akhir) — Flutter, Firebase — dipakai 2 klinik dengan 150 pasien per hari; waktu tunggu turun 30%.”
- “Analisis Harga Pangan Menjelang Lebaran — Python, Looker Studio — dashboard publik dengan 3.000 pengunjung.”
- “Rebranding UMKM Kopi Lokal (freelance) — logo, kemasan, konten — penjualan online naik 40% dalam 3 bulan.”
Berapa banyak?
Dua sampai empat proyek terbaik sudah cukup. Lebih baik sedikit proyek yang kuat daripada banyak proyek tanpa hasil.
Tambahkan bagian proyek yang meyakinkan: AI menuliskan proyek Anda dengan peran, teknologi, dan hasil yang jelas dalam format siap ATS.
Perbaiki CV Anda sekarangPertanyaan yang sering diajukan
Proyek apa yang bisa ditulis di CV?
Proyek kuliah, tugas akhir, lomba, freelance, atau proyek pribadi yang relevan dan punya hasil yang bisa dijelaskan.
Di mana menempatkan bagian proyek?
Untuk fresh graduate, setelah pendidikan atau sebelum pengalaman. Untuk yang berpengalaman, setelah pengalaman kerja.
Perlukah tautan proyek?
Sangat disarankan. Tautan ke GitHub, demo, atau portofolio membuat proyek bisa diperiksa.