Hobi dan Minat di CV: Kapan Perlu Ditulis, Contoh yang Baik, dan yang Harus Dihindari
Bagian hobi di CV sering diperdebatkan. Kapan hobi membantu, kapan sebaiknya dihapus, contoh hobi yang menambah nilai, dan cara menuliskannya dengan singkat.
Bagian hobi adalah bagian CV yang paling sering diperdebatkan. Sebagian HRD melewatinya; sebagian lain membacanya untuk membuka obrolan saat wawancara. Jawaban jujurnya: hobi membantu jika menambah bukti yang tidak bisa Anda tunjukkan di bagian lain.
Kapan perlu ditulis
- Fresh graduate dengan pengalaman kerja sedikit.
- Hobi yang relevan dengan pekerjaan: menulis blog untuk content writer, fotografi untuk desainer, coding proyek pribadi untuk programmer.
- Hobi yang menunjukkan kemampuan: kapten tim futsal (kepemimpinan), pelari maraton (disiplin), relawan (kepedulian).
- Perusahaan yang menekankan budaya kerja dan kecocokan tim.
Kapan sebaiknya dihapus
- CV sudah dua halaman penuh dengan pengalaman relevan.
- Hobi umum yang tidak berkata apa-apa: membaca, menonton film, jalan-jalan, mendengarkan musik.
- Hobi yang bisa menimbulkan kesan kontroversial atau tidak profesional.
Cara menulis yang lebih kuat
- Lemah: “Hobi: membaca, olahraga.”
- Kuat: “Menulis ulasan buku bisnis di blog pribadi (rata-rata 3.000 pembaca per bulan).”
- Kuat: “Kapten tim futsal kantor; juara 2 turnamen antarperusahaan 2024.”
Batasi dua atau tiga baris, dan tempatkan di bagian paling akhir CV.
Biarkan AI menilai apakah bagian hobi di CV Anda menambah nilai atau sebaiknya diringkas — unggah CV dan dapatkan analisisnya.
Perbaiki CV Anda sekarangPertanyaan yang sering diajukan
Apakah hobi wajib ada di CV?
Tidak wajib. Tulis hanya jika relevan atau menunjukkan kemampuan yang tidak terlihat di bagian lain.
Hobi apa yang bagus di CV?
Hobi yang relevan dengan pekerjaan atau menunjukkan kemampuan: menulis, fotografi, proyek coding, olahraga tim, atau kegiatan sukarela — ditulis dengan konkret.
Di mana menempatkan hobi di CV?
Di bagian paling akhir, singkat, dua sampai tiga baris.