CV Arsitek: Cara Menggabungkan Portofolio dan CV yang Ramah ATS
Arsitek perlu dua dokumen yang saling melengkapi: CV yang ringkas dan terbaca ATS, serta portofolio yang menunjukkan karya. Struktur CV arsitek, lisensi, software, dan cara menulis proyek.
Arsitek dinilai dari karyanya, tetapi karya itu baru dilihat jika CV lolos tahap pertama. Karena itu, arsitek membutuhkan dua dokumen: CV yang ringkas dan terbaca, serta portofolio yang menampilkan proyek.
Struktur CV arsitek
- Kontak dan tautan portofolio di bagian atas.
- Ringkasan: jenis proyek (residensial, komersial, interior), lama pengalaman.
- Lisensi dan keanggotaan: STRA, keanggotaan IAI, jika ada.
- Pengalaman per proyek: jenis, luas, nilai, peran, tahap (desain, DED, pengawasan).
- Software dan keahlian.
- Pendidikan.
Contoh poin proyek
- “Mendesain 14 rumah tinggal dengan luas 120–450 m² dari konsep sampai DED.”
- “Bertanggung jawab atas gambar kerja gedung kantor 8 lantai senilai Rp 85 miliar.”
- “Mengoordinasikan desain dengan konsultan struktur dan MEP untuk proyek hotel 120 kamar.”
Portofolio
Pilih 6–10 proyek terbaik, masing-masing dengan konteks: brief, peran Anda, dan hasilnya. Simpan dalam PDF yang ringan (di bawah 10 MB) atau situs portofolio, dan cantumkan tautannya di CV.
Software
AutoCAD, SketchUp, Revit, ArchiCAD, Rhino, Lumion, Enscape, V-Ray, Adobe Photoshop. Sebutkan juga BIM jika Anda menguasainya.
Buat CV arsitek yang ringkas dan terbaca ATS: AI menyusun proyek Anda dengan skala dan peran yang jelas — portofolio tinggal Anda lampirkan.
Cek CV Anda secara gratisPertanyaan yang sering diajukan
Apa beda CV dan portofolio arsitek?
CV merangkum pengalaman, lisensi, dan keahlian dalam 1–2 halaman; portofolio menampilkan karya secara visual dengan konteks proyek.
Perlukah STRA di CV arsitek?
Cantumkan jika Anda memilikinya, karena menunjukkan Anda terdaftar secara resmi sebagai arsitek.
Berapa proyek yang dimasukkan ke portofolio?
Sekitar 6–10 proyek terbaik yang relevan dengan posisi yang dilamar.